Kunci Sukses Berwirausaha
Mampu memotivasi diri yang baik menuju sukses dalam bisnis, kewirausahaan dan kerja merupakan impian banyak orang. Namun semua usaha apapun ketika berangkat dari ketidak tahuan, maka nilai efektifitas menuju terwujudnya sebuah kesuksesan sangat kecil. Peluang sukses akan rendah.
Hal ini berbeda jika setidaknya kita mampu mengenal potensi diri kita sejak awal, sehingga banyak terjadi dan kita dengar, seseorang dengan usaha yang minimalis dan sederhana namun begitu cepat menjadi sukses dalam bisnisnya, kerjanya, wirausahanya nya.
Mengenali diri merupakan modal dan kekuatan, terutama kekuatan untuk membangun kekuatan berikutnya menuju sukses menangkap peluang bisnis, peluang kerja, peluang sukses, peluang peningkatan reputasi.
Disamping itu, kendala bagi kemajuan masyarakat adalah faktor leadership (kepemimpinan) dan kemampuan manajemen. Dampaknya pun jelas, dengan dua titik lemah ini potensi yang banyak tidak terbaca, tidak tergali secara maksimal, dan tidak bisa dikembangkan menjadi sebuah sinergi yang memiliki dampak besar bagi kemajuan masyarakat.
Dengan kata lain, modal terbesar dari seorang yang menjadi pengusaha sukses, pemimpin sukses, atau ilmuwan sukses dalam disiplin ilmu apapun, ternyata jiwa entrepreneur ini harus dikembangkan sejak awal. Pembangunan harga diri, pembangunan etos kerja, pembangunan karir kehormatan sebagai seorang jujur yang terbukti teruji dan sangat amanah terhadap janji-janji, jikalau hal ini ditanamkan, dilatih sejak awal maka akan membuahkan kepribadian yang sangat bermutu tinggi dan ini menjadi bekal kesuksesan bekerja dimanapun atau kesuksesan mengemban amanah jenis apapun.
Dan yang perlu digaris bawahi yaitu mengadakan transaksi bisnis sama sekali tidak untuk memupuk kekayaan pribadi, tetapi justru untuk membangun kehormatan dan kemuliaan bisnisnya dengan etika yang tinggi dan hasil yang didapat justru untuk didistribusikan ke masyarakat. Sehingga kesuksesan seorang wirausahawan mampu membawa banyak dampak positif, yaitu kesuksesan dan kesejahteraan bagi orang lain.
Senin, 04 Januari 2010
Pengaruh siswa terhadap koperasi sekolah
Pengaruh Partisipasi Siswa di Koperasi Sekolah Terhadap Prestasi Belajar Siswa
Koperasi sekolah adalah koperasi yang anggotanya para siswa atau murid-murid dari suatu sekolah, yang fungsinya sebagai wadah untuk mendidik tumbuhnya kesadaran berkoperasi di kalangan anggota. Tujuan pendirian koperasi sekolah adalah sebagai berikut : (1) mendidik menanamkan dan memelihara suatu kesadaran hidup gotong royong dan setia kawan serta jiwa demokrasi di atara para siswa, (2) memupuk dan mendorong tumbuhnya kesadaran serta semangat berkoperasi serta wirausaha siswa, (3) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan berkoperasi yang berguna bagi para siswa untuk bekal terjun ke masyarakat, (4) menunjang program pembangunan pemerintah di sektor perkoperasianmelalui progran pendidikan sekolah, (5) membantu dan melayani pemenuhan kebutuhan ekonomi para siswa melalui pengembangan pelbagai kegiatan usaha.
Supaya koperasi dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, dapat disarankan: (1) Kepala Sekolah hendaknya memberikan dukungan bagi perkembangan koperasi sekolah dengan sering mengikutsertakan koperasi sekolah dalam ajang perlombaan antar koperasi sekolah, baik dalam wilayah daerah, maupun nasional, sehingga koperasi sekolah dapat berkembang lebih pesat dan menjadi laboratorium yang baik bagi siswa. (2) Bagi guru mata pelajaran ekonomi sebaiknya menggunakan koperasi sekolah sebagai wadah atau fasilitas belajar yang dapat digunakan siswa untuk memudahkan dalam proses belajar mengajar ekonomi. Menggunakan koperasi sekolah sebagai laboratorium bagi siswa untuk mengenal ekonomi secara lebih dekat dan meneliti perilaku ekonomi secara lebih nyata. (3) Bagi pengurus koperasi sekolah : Meningkatkan profesionalisme sebagai pengurus koperasi sekolah dengan banyak belajar dan meminta bimbingan dan arahan pada guru pembina koperasi sekolah. (4) Bagi siswa : Meningkatkan keaktifan siswa di koperasi sekolah dengan ikut serta mengembangkan koperasi sekolah ke arah yang lebih baik lagi guna menunjang peningkatan prestasi belajar siswa pada umumnya.
Jadi semua aspek dalam koperasi sekolah itu sangat mendukung dalam berkembangnya koperasi sekolah. Jadi partisipasi dari semua pihak yang berada dalam lingkup dimana koperasi itu berada sangat berpengaruh untuk kemajuan koperasi yang ada di lingkungan tersebut.
Koperasi sekolah adalah koperasi yang anggotanya para siswa atau murid-murid dari suatu sekolah, yang fungsinya sebagai wadah untuk mendidik tumbuhnya kesadaran berkoperasi di kalangan anggota. Tujuan pendirian koperasi sekolah adalah sebagai berikut : (1) mendidik menanamkan dan memelihara suatu kesadaran hidup gotong royong dan setia kawan serta jiwa demokrasi di atara para siswa, (2) memupuk dan mendorong tumbuhnya kesadaran serta semangat berkoperasi serta wirausaha siswa, (3) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan berkoperasi yang berguna bagi para siswa untuk bekal terjun ke masyarakat, (4) menunjang program pembangunan pemerintah di sektor perkoperasianmelalui progran pendidikan sekolah, (5) membantu dan melayani pemenuhan kebutuhan ekonomi para siswa melalui pengembangan pelbagai kegiatan usaha.
Supaya koperasi dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, dapat disarankan: (1) Kepala Sekolah hendaknya memberikan dukungan bagi perkembangan koperasi sekolah dengan sering mengikutsertakan koperasi sekolah dalam ajang perlombaan antar koperasi sekolah, baik dalam wilayah daerah, maupun nasional, sehingga koperasi sekolah dapat berkembang lebih pesat dan menjadi laboratorium yang baik bagi siswa. (2) Bagi guru mata pelajaran ekonomi sebaiknya menggunakan koperasi sekolah sebagai wadah atau fasilitas belajar yang dapat digunakan siswa untuk memudahkan dalam proses belajar mengajar ekonomi. Menggunakan koperasi sekolah sebagai laboratorium bagi siswa untuk mengenal ekonomi secara lebih dekat dan meneliti perilaku ekonomi secara lebih nyata. (3) Bagi pengurus koperasi sekolah : Meningkatkan profesionalisme sebagai pengurus koperasi sekolah dengan banyak belajar dan meminta bimbingan dan arahan pada guru pembina koperasi sekolah. (4) Bagi siswa : Meningkatkan keaktifan siswa di koperasi sekolah dengan ikut serta mengembangkan koperasi sekolah ke arah yang lebih baik lagi guna menunjang peningkatan prestasi belajar siswa pada umumnya.
Jadi semua aspek dalam koperasi sekolah itu sangat mendukung dalam berkembangnya koperasi sekolah. Jadi partisipasi dari semua pihak yang berada dalam lingkup dimana koperasi itu berada sangat berpengaruh untuk kemajuan koperasi yang ada di lingkungan tersebut.
Pengaruh siswa terhadap koperasi sekolah
Pengaruh Partisipasi Siswa di Koperasi Sekolah Terhadap Prestasi Belajar Siswa
Koperasi sekolah adalah koperasi yang anggotanya para siswa atau murid-murid dari suatu sekolah, yang fungsinya sebagai wadah untuk mendidik tumbuhnya kesadaran berkoperasi di kalangan anggota. Tujuan pendirian koperasi sekolah adalah sebagai berikut : (1) mendidik menanamkan dan memelihara suatu kesadaran hidup gotong royong dan setia kawan serta jiwa demokrasi di atara para siswa, (2) memupuk dan mendorong tumbuhnya kesadaran serta semangat berkoperasi serta wirausaha siswa, (3) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan berkoperasi yang berguna bagi para siswa untuk bekal terjun ke masyarakat, (4) menunjang program pembangunan pemerintah di sektor perkoperasianmelalui progran pendidikan sekolah, (5) membantu dan melayani pemenuhan kebutuhan ekonomi para siswa melalui pengembangan pelbagai kegiatan usaha.
Supaya koperasi dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, dapat disarankan: (1) Kepala Sekolah hendaknya memberikan dukungan bagi perkembangan koperasi sekolah dengan sering mengikutsertakan koperasi sekolah dalam ajang perlombaan antar koperasi sekolah, baik dalam wilayah daerah, maupun nasional, sehingga koperasi sekolah dapat berkembang lebih pesat dan menjadi laboratorium yang baik bagi siswa. (2) Bagi guru mata pelajaran ekonomi sebaiknya menggunakan koperasi sekolah sebagai wadah atau fasilitas belajar yang dapat digunakan siswa untuk memudahkan dalam proses belajar mengajar ekonomi. Menggunakan koperasi sekolah sebagai laboratorium bagi siswa untuk mengenal ekonomi secara lebih dekat dan meneliti perilaku ekonomi secara lebih nyata. (3) Bagi pengurus koperasi sekolah : Meningkatkan profesionalisme sebagai pengurus koperasi sekolah dengan banyak belajar dan meminta bimbingan dan arahan pada guru pembina koperasi sekolah. (4) Bagi siswa : Meningkatkan keaktifan siswa di koperasi sekolah dengan ikut serta mengembangkan koperasi sekolah ke arah yang lebih baik lagi guna menunjang peningkatan prestasi belajar siswa pada umumnya.
Jadi semua aspek dalam koperasi sekolah itu sangat mendukung dalam berkembangnya koperasi sekolah. Jadi partisipasi dari semua pihak yang berada dalam lingkup dimana koperasi itu berada sangat berpengaruh untuk kemajuan koperasi yang ada di lingkungan tersebut.
Koperasi sekolah adalah koperasi yang anggotanya para siswa atau murid-murid dari suatu sekolah, yang fungsinya sebagai wadah untuk mendidik tumbuhnya kesadaran berkoperasi di kalangan anggota. Tujuan pendirian koperasi sekolah adalah sebagai berikut : (1) mendidik menanamkan dan memelihara suatu kesadaran hidup gotong royong dan setia kawan serta jiwa demokrasi di atara para siswa, (2) memupuk dan mendorong tumbuhnya kesadaran serta semangat berkoperasi serta wirausaha siswa, (3) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan berkoperasi yang berguna bagi para siswa untuk bekal terjun ke masyarakat, (4) menunjang program pembangunan pemerintah di sektor perkoperasianmelalui progran pendidikan sekolah, (5) membantu dan melayani pemenuhan kebutuhan ekonomi para siswa melalui pengembangan pelbagai kegiatan usaha.
Supaya koperasi dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, dapat disarankan: (1) Kepala Sekolah hendaknya memberikan dukungan bagi perkembangan koperasi sekolah dengan sering mengikutsertakan koperasi sekolah dalam ajang perlombaan antar koperasi sekolah, baik dalam wilayah daerah, maupun nasional, sehingga koperasi sekolah dapat berkembang lebih pesat dan menjadi laboratorium yang baik bagi siswa. (2) Bagi guru mata pelajaran ekonomi sebaiknya menggunakan koperasi sekolah sebagai wadah atau fasilitas belajar yang dapat digunakan siswa untuk memudahkan dalam proses belajar mengajar ekonomi. Menggunakan koperasi sekolah sebagai laboratorium bagi siswa untuk mengenal ekonomi secara lebih dekat dan meneliti perilaku ekonomi secara lebih nyata. (3) Bagi pengurus koperasi sekolah : Meningkatkan profesionalisme sebagai pengurus koperasi sekolah dengan banyak belajar dan meminta bimbingan dan arahan pada guru pembina koperasi sekolah. (4) Bagi siswa : Meningkatkan keaktifan siswa di koperasi sekolah dengan ikut serta mengembangkan koperasi sekolah ke arah yang lebih baik lagi guna menunjang peningkatan prestasi belajar siswa pada umumnya.
Jadi semua aspek dalam koperasi sekolah itu sangat mendukung dalam berkembangnya koperasi sekolah. Jadi partisipasi dari semua pihak yang berada dalam lingkup dimana koperasi itu berada sangat berpengaruh untuk kemajuan koperasi yang ada di lingkungan tersebut.
Pengaruh siswa terhadap koperasi sekolah
Pengaruh Partisipasi Siswa di Koperasi Sekolah Terhadap Prestasi Belajar Siswa
Koperasi sekolah adalah koperasi yang anggotanya para siswa atau murid-murid dari suatu sekolah, yang fungsinya sebagai wadah untuk mendidik tumbuhnya kesadaran berkoperasi di kalangan anggota. Tujuan pendirian koperasi sekolah adalah sebagai berikut : (1) mendidik menanamkan dan memelihara suatu kesadaran hidup gotong royong dan setia kawan serta jiwa demokrasi di atara para siswa, (2) memupuk dan mendorong tumbuhnya kesadaran serta semangat berkoperasi serta wirausaha siswa, (3) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan berkoperasi yang berguna bagi para siswa untuk bekal terjun ke masyarakat, (4) menunjang program pembangunan pemerintah di sektor perkoperasianmelalui progran pendidikan sekolah, (5) membantu dan melayani pemenuhan kebutuhan ekonomi para siswa melalui pengembangan pelbagai kegiatan usaha.
Supaya koperasi dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, dapat disarankan: (1) Kepala Sekolah hendaknya memberikan dukungan bagi perkembangan koperasi sekolah dengan sering mengikutsertakan koperasi sekolah dalam ajang perlombaan antar koperasi sekolah, baik dalam wilayah daerah, maupun nasional, sehingga koperasi sekolah dapat berkembang lebih pesat dan menjadi laboratorium yang baik bagi siswa. (2) Bagi guru mata pelajaran ekonomi sebaiknya menggunakan koperasi sekolah sebagai wadah atau fasilitas belajar yang dapat digunakan siswa untuk memudahkan dalam proses belajar mengajar ekonomi. Menggunakan koperasi sekolah sebagai laboratorium bagi siswa untuk mengenal ekonomi secara lebih dekat dan meneliti perilaku ekonomi secara lebih nyata. (3) Bagi pengurus koperasi sekolah : Meningkatkan profesionalisme sebagai pengurus koperasi sekolah dengan banyak belajar dan meminta bimbingan dan arahan pada guru pembina koperasi sekolah. (4) Bagi siswa : Meningkatkan keaktifan siswa di koperasi sekolah dengan ikut serta mengembangkan koperasi sekolah ke arah yang lebih baik lagi guna menunjang peningkatan prestasi belajar siswa pada umumnya.
Jadi semua aspek dalam koperasi sekolah itu sangat mendukung dalam berkembangnya koperasi sekolah. Jadi partisipasi dari semua pihak yang berada dalam lingkup dimana koperasi itu berada sangat berpengaruh untuk kemajuan koperasi yang ada di lingkungan tersebut.
Koperasi sekolah adalah koperasi yang anggotanya para siswa atau murid-murid dari suatu sekolah, yang fungsinya sebagai wadah untuk mendidik tumbuhnya kesadaran berkoperasi di kalangan anggota. Tujuan pendirian koperasi sekolah adalah sebagai berikut : (1) mendidik menanamkan dan memelihara suatu kesadaran hidup gotong royong dan setia kawan serta jiwa demokrasi di atara para siswa, (2) memupuk dan mendorong tumbuhnya kesadaran serta semangat berkoperasi serta wirausaha siswa, (3) meningkatkan pengetahuan dan keterampilan berkoperasi yang berguna bagi para siswa untuk bekal terjun ke masyarakat, (4) menunjang program pembangunan pemerintah di sektor perkoperasianmelalui progran pendidikan sekolah, (5) membantu dan melayani pemenuhan kebutuhan ekonomi para siswa melalui pengembangan pelbagai kegiatan usaha.
Supaya koperasi dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, dapat disarankan: (1) Kepala Sekolah hendaknya memberikan dukungan bagi perkembangan koperasi sekolah dengan sering mengikutsertakan koperasi sekolah dalam ajang perlombaan antar koperasi sekolah, baik dalam wilayah daerah, maupun nasional, sehingga koperasi sekolah dapat berkembang lebih pesat dan menjadi laboratorium yang baik bagi siswa. (2) Bagi guru mata pelajaran ekonomi sebaiknya menggunakan koperasi sekolah sebagai wadah atau fasilitas belajar yang dapat digunakan siswa untuk memudahkan dalam proses belajar mengajar ekonomi. Menggunakan koperasi sekolah sebagai laboratorium bagi siswa untuk mengenal ekonomi secara lebih dekat dan meneliti perilaku ekonomi secara lebih nyata. (3) Bagi pengurus koperasi sekolah : Meningkatkan profesionalisme sebagai pengurus koperasi sekolah dengan banyak belajar dan meminta bimbingan dan arahan pada guru pembina koperasi sekolah. (4) Bagi siswa : Meningkatkan keaktifan siswa di koperasi sekolah dengan ikut serta mengembangkan koperasi sekolah ke arah yang lebih baik lagi guna menunjang peningkatan prestasi belajar siswa pada umumnya.
Jadi semua aspek dalam koperasi sekolah itu sangat mendukung dalam berkembangnya koperasi sekolah. Jadi partisipasi dari semua pihak yang berada dalam lingkup dimana koperasi itu berada sangat berpengaruh untuk kemajuan koperasi yang ada di lingkungan tersebut.
Rabu, 30 Desember 2009
ANDAI SAYA SEORANG PEMIMPIN
Andai saya seorang pemimpin...
Mungkin itu perlu pemikiran yang lebih mendalam lagi mengapa koperasi sangat sulit berkembang pada masa sekarang ini, padahal kopeerasi sangat penting untuk stor UMKM, apalagi sekarang koperasi menjadi bentuk terbukanya ekonomi dunia.
Yang dimaksudkan disini perekonomian pada masa sekarang bukan hanya dalam lingkup regional saja melainkan sudah mengglobal.
Orang-orang pada saat sekarang sebagian besar lebih tertarik untuk berbisnis atau berwirausaha ketingkat internasional, karena bagi mereka itu lebih menguntungkan daripada bergerak dalam lingkup regional, jadi koperasi harus dapat menghadapi persaingan global.
Andai saya menjadi pemimpin,menurut saya cara yang tepat untuk memajukan koperasi yaitu mengadakan revitalisasi dalam sektor koperasi dan UMKM. Revitalisasi yang dimaksudkan disni adalah suatu upaya untuk memvitalkan kembali koperasi dan program pemerintah mengenai UMKM yang dulunya pernah vital atau hidup akan tetapi mengalami degradasi (penurunan).
Selain itu kita harus mengadakan pengawasan ekstra, baik ekstern maupun intern pada suatu lembaga koperasi. Untuk itu keberhasilan koperasi akan tercapai.
Mungkin itu perlu pemikiran yang lebih mendalam lagi mengapa koperasi sangat sulit berkembang pada masa sekarang ini, padahal kopeerasi sangat penting untuk stor UMKM, apalagi sekarang koperasi menjadi bentuk terbukanya ekonomi dunia.
Yang dimaksudkan disini perekonomian pada masa sekarang bukan hanya dalam lingkup regional saja melainkan sudah mengglobal.
Orang-orang pada saat sekarang sebagian besar lebih tertarik untuk berbisnis atau berwirausaha ketingkat internasional, karena bagi mereka itu lebih menguntungkan daripada bergerak dalam lingkup regional, jadi koperasi harus dapat menghadapi persaingan global.
Andai saya menjadi pemimpin,menurut saya cara yang tepat untuk memajukan koperasi yaitu mengadakan revitalisasi dalam sektor koperasi dan UMKM. Revitalisasi yang dimaksudkan disni adalah suatu upaya untuk memvitalkan kembali koperasi dan program pemerintah mengenai UMKM yang dulunya pernah vital atau hidup akan tetapi mengalami degradasi (penurunan).
Selain itu kita harus mengadakan pengawasan ekstra, baik ekstern maupun intern pada suatu lembaga koperasi. Untuk itu keberhasilan koperasi akan tercapai.
Senin, 28 Desember 2009
PERMASALAHAN YANG DIHADAPI KOPERASI
a. Kelembagaan Koperasi
Sejumlah masalah kelembagaan koperasi yang memerlukan langkah pemecahan di masa mendatang meliputi hal-hal:
1) Kelembagaan koperasi beum sepenuhnya mendukung gerak pengembangan usaha. Hal ini disebabkan adanya kekuatan, struktur dan pendekatan pengembangan kelembagaan yang kurang memadai bagi pengembangan usaha. Mekanismenya belum dapat dikembangkan secara fleksibel untuk mendukung meluas dan mendalamnya kegiatan usaha koperasi. Aspek kelembagaan yang banyak dipermasalahahkan antara lain adalah daerah kerja, model kelembagaan koperasi produksi, koperasi konsumsi dan koperasi jasa, serta pemusatan koperasi.
2) Alat perlengkapan organisasi koperasi belum sepenuhnya berfungsi dengan baik. Hal ini antara lain disebabkan oleh: a) Pengurus dan Badan Pemeriksa (BP) yang terpilih dalam rapat anggota serta pelaksana usaha pada umumnya tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai, sehingga kurang mampu untuk melaksanakan pengelolaan organisasi, manajemen dan usaha dengan baik, serta kurang tepat dalam menanggapi perkembangan nngkungan. b) Mekanisme hubungan dan pembagian kerja antara Pengurus, Badan Pemeriksa dan Pelaksana Usaha (Manajer) masih belum berjalan dengan serasi dan saling mengisi. c) Penyelenggaraan RAT koperasi masih belum dapat dilakukan secara tepat waktu dan dirasakan masih belum sepenuhnya menampung kesamaan kebutuhan, keinginan dan kepentingan dari pada anggotanya.
b. UsahaKoperasi
Masalah-masalah yang dihadapi dalam pengembangan usaha koperasi tidak dapat dipisahkan dari masalah kelembagaan serta alat kelengkapan organisasi koperasi dan kemampuan para pengelolanya seperti yang diuraikan di atas. Adapun masalah yang berkaitan dengan pengembangan usaha adalah :
1) Dalam pelaksanaan usaha, koperasi masih belum sepenuhnya mampu mengembangkan kegiatan di berbagai sektor perekonomian karena belum memiliki kemampuan memanfaatkan kesempatan usaha yang tersedia.
2) Belum sepenuhnya tercipta jaringan mata rantai tataniaga yang efektif dan efisien, baik dalam pemasaran hasil produksi anggotanya maupun dalam distribusi bahan kebutuhan pokok para anggotanya.
3) Terbatasnya modal yang tersedia khususnya dalam bentuk kredit dengan persyaratan lunak untuk mengembangkan usaha, terutama yang menyangkut kegiatan usaha yang sesuai dengan kebutuhan anggota, di luar kegiatan program pemerintah. Selain itu koperasi masih belum mampu melaksanakan pemupukan modlal sendiri yang mengakibatkan sangat tergantung pada kredit dari bank walaupun biayanya lebih mahal.
4) Keterbatasan jumlah dan jenis sarana usaha yang dimiliki koperasi, dan kemampuan para pengelola koperasi dalam mengelola sarana usaha yang telah dimiliki.
5) Belum terciptanya pola dan bentuk-bentuk kerjasama yang serasi.
c. Aspek Lingkungan
Aspek lingkungan yang terdiri dari kondisi ekonomi, politik, sosial dan budaya, tidak dapat dilepaskan dari proses pengembangan koperasi. Di satu pihak kondisi tersebut dapat memberikan kesempatan, di pihak lain dapat menimbulkan hambatan bagi perkembangan koperasi. Adapun kondisi lingkungan yang dapat diidentifikasikan, sebagai berikut
1) Kemauan politik yang kuat dalam upaya pengembangan koperasi, kurang diikuti dengan tindakan-tindakan yang konsisten dan konsekuen dari seluruh lapisan struktur birokrasi pemerintah.
2) Kurang adanya keterpaduan dan konsistensi antara program pengembangan koperasi dengan program pengembangan sub-sektor lain, sehingga program pengembangan sub-sektor koperasi seolah-olah berjalan sendiri, tanpa dukungan dan partisipasi dari program pengembangan sektor lainnya.
3) Dirasakan adanya praktek dunia usaha yang mengesampingkan semangat usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan gotong-royong.
4) Masih adanya sebagian besar masyarakat yang belum memahami dan menghayati pentingnya berkoperasi sebagai satu pilihan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan.
5) Sikap sebagian besar masyarakat di lingkungan masyarakat yang miskin dirasakan masih sulit untuk diajak berusaha bersama, sehingga di lingkungan semacam itu kehidupan berkoperasi masih sukar dikembangkan.
6) Sebagai organisasi yang membawa unsur pembaruan, koperasi sering membawa nilai-nilai baru yang kadang-kadang kurang sesuai dengan nilai yang dianut oleh masyarakat yang lemah dan miskin terutama yang berada di pedesaan.
Sejumlah masalah kelembagaan koperasi yang memerlukan langkah pemecahan di masa mendatang meliputi hal-hal:
1) Kelembagaan koperasi beum sepenuhnya mendukung gerak pengembangan usaha. Hal ini disebabkan adanya kekuatan, struktur dan pendekatan pengembangan kelembagaan yang kurang memadai bagi pengembangan usaha. Mekanismenya belum dapat dikembangkan secara fleksibel untuk mendukung meluas dan mendalamnya kegiatan usaha koperasi. Aspek kelembagaan yang banyak dipermasalahahkan antara lain adalah daerah kerja, model kelembagaan koperasi produksi, koperasi konsumsi dan koperasi jasa, serta pemusatan koperasi.
2) Alat perlengkapan organisasi koperasi belum sepenuhnya berfungsi dengan baik. Hal ini antara lain disebabkan oleh: a) Pengurus dan Badan Pemeriksa (BP) yang terpilih dalam rapat anggota serta pelaksana usaha pada umumnya tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai, sehingga kurang mampu untuk melaksanakan pengelolaan organisasi, manajemen dan usaha dengan baik, serta kurang tepat dalam menanggapi perkembangan nngkungan. b) Mekanisme hubungan dan pembagian kerja antara Pengurus, Badan Pemeriksa dan Pelaksana Usaha (Manajer) masih belum berjalan dengan serasi dan saling mengisi. c) Penyelenggaraan RAT koperasi masih belum dapat dilakukan secara tepat waktu dan dirasakan masih belum sepenuhnya menampung kesamaan kebutuhan, keinginan dan kepentingan dari pada anggotanya.
b. UsahaKoperasi
Masalah-masalah yang dihadapi dalam pengembangan usaha koperasi tidak dapat dipisahkan dari masalah kelembagaan serta alat kelengkapan organisasi koperasi dan kemampuan para pengelolanya seperti yang diuraikan di atas. Adapun masalah yang berkaitan dengan pengembangan usaha adalah :
1) Dalam pelaksanaan usaha, koperasi masih belum sepenuhnya mampu mengembangkan kegiatan di berbagai sektor perekonomian karena belum memiliki kemampuan memanfaatkan kesempatan usaha yang tersedia.
2) Belum sepenuhnya tercipta jaringan mata rantai tataniaga yang efektif dan efisien, baik dalam pemasaran hasil produksi anggotanya maupun dalam distribusi bahan kebutuhan pokok para anggotanya.
3) Terbatasnya modal yang tersedia khususnya dalam bentuk kredit dengan persyaratan lunak untuk mengembangkan usaha, terutama yang menyangkut kegiatan usaha yang sesuai dengan kebutuhan anggota, di luar kegiatan program pemerintah. Selain itu koperasi masih belum mampu melaksanakan pemupukan modlal sendiri yang mengakibatkan sangat tergantung pada kredit dari bank walaupun biayanya lebih mahal.
4) Keterbatasan jumlah dan jenis sarana usaha yang dimiliki koperasi, dan kemampuan para pengelola koperasi dalam mengelola sarana usaha yang telah dimiliki.
5) Belum terciptanya pola dan bentuk-bentuk kerjasama yang serasi.
c. Aspek Lingkungan
Aspek lingkungan yang terdiri dari kondisi ekonomi, politik, sosial dan budaya, tidak dapat dilepaskan dari proses pengembangan koperasi. Di satu pihak kondisi tersebut dapat memberikan kesempatan, di pihak lain dapat menimbulkan hambatan bagi perkembangan koperasi. Adapun kondisi lingkungan yang dapat diidentifikasikan, sebagai berikut
1) Kemauan politik yang kuat dalam upaya pengembangan koperasi, kurang diikuti dengan tindakan-tindakan yang konsisten dan konsekuen dari seluruh lapisan struktur birokrasi pemerintah.
2) Kurang adanya keterpaduan dan konsistensi antara program pengembangan koperasi dengan program pengembangan sub-sektor lain, sehingga program pengembangan sub-sektor koperasi seolah-olah berjalan sendiri, tanpa dukungan dan partisipasi dari program pengembangan sektor lainnya.
3) Dirasakan adanya praktek dunia usaha yang mengesampingkan semangat usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan gotong-royong.
4) Masih adanya sebagian besar masyarakat yang belum memahami dan menghayati pentingnya berkoperasi sebagai satu pilihan untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan.
5) Sikap sebagian besar masyarakat di lingkungan masyarakat yang miskin dirasakan masih sulit untuk diajak berusaha bersama, sehingga di lingkungan semacam itu kehidupan berkoperasi masih sukar dikembangkan.
6) Sebagai organisasi yang membawa unsur pembaruan, koperasi sering membawa nilai-nilai baru yang kadang-kadang kurang sesuai dengan nilai yang dianut oleh masyarakat yang lemah dan miskin terutama yang berada di pedesaan.
Sabtu, 05 Desember 2009
Apakah koperasi dapat memberikan kontribusi yang besar bagi perekonomian indonesia???
Apakah koperasi di Indonesia dapat memberikaqn kontribusi yang besar bagi perekonomian Indonesia???
Banyak yang berasumsi bahwa keberadaan koperasi di Indonesia tidaklah berpengaruh bagi perekonomian indonesi tetapi tidak sedikit pula yang beranggapan sebaliknya.Tetapi menurut saya keberadaaan koperasi akan sangat membantu perekonomian di Indonesia apabila sektor-sektor yang ada dalam koperasi dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Dalam hal ini pemerintah juga turut berperan dalam pembangunan koperasi. Tetapi pemerintah bukan berarti turut campur tangan dalam urusan intern koperasi, kebebasan gerak koperasi terjamin sesuai dengan demokrasi ekonomi, pemerintah hanya memberikan dorongan dan bantuan sebagaimana layaknya. Oleh karena itu keberhasilan koperasi di Indonesia ditentukan oleh koperasi itu sendiri. Koperasi harus menyadari bahwa setiap gerak langkahnya adalah untuk mengemban amanat dari masyarakat dan anggotanya sehingga koperasi tidak boleh menyimpang dari pancasila dan UUD1945.
Pengembangan koperasi salah satunya dengan mengembangkan usaha kecil dan menengah (UKM) yang diarahkan untuk memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, pencpitaan lapangan kerja, dan peningkatan daya saing. Sedangkan pengembangan usaha mikro lebih diarahkan untuk meemberikan komntribusi dalam peningkatan pendapatan pada kelompok mayarakat berpendapatan rendah.
Memperkuat kelembagaan dengan menetapkan prinsip-prinsip tata kepemerintahan yang baik (good governance) dan berwawasan gender terutama untuk: memperluas basis dan kesempatan berusaha serta menumbuhkan wirausaha baru keunggulan untuk mendorong pertumbuhan, peningkatan ekspor dan penciptaan lapangan kerja terutama dengan: mengembangkan UMKM untuk makin berperan sebagai penyedia barang dan jasa pada pasar domestik yang semakin berdya saing dengan dengan produk impor, khususnya untuk memenuhi kebutuhan masayrakat banyak.
Banyak yang berasumsi bahwa keberadaan koperasi di Indonesia tidaklah berpengaruh bagi perekonomian indonesi tetapi tidak sedikit pula yang beranggapan sebaliknya.Tetapi menurut saya keberadaaan koperasi akan sangat membantu perekonomian di Indonesia apabila sektor-sektor yang ada dalam koperasi dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Dalam hal ini pemerintah juga turut berperan dalam pembangunan koperasi. Tetapi pemerintah bukan berarti turut campur tangan dalam urusan intern koperasi, kebebasan gerak koperasi terjamin sesuai dengan demokrasi ekonomi, pemerintah hanya memberikan dorongan dan bantuan sebagaimana layaknya. Oleh karena itu keberhasilan koperasi di Indonesia ditentukan oleh koperasi itu sendiri. Koperasi harus menyadari bahwa setiap gerak langkahnya adalah untuk mengemban amanat dari masyarakat dan anggotanya sehingga koperasi tidak boleh menyimpang dari pancasila dan UUD1945.
Pengembangan koperasi salah satunya dengan mengembangkan usaha kecil dan menengah (UKM) yang diarahkan untuk memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, pencpitaan lapangan kerja, dan peningkatan daya saing. Sedangkan pengembangan usaha mikro lebih diarahkan untuk meemberikan komntribusi dalam peningkatan pendapatan pada kelompok mayarakat berpendapatan rendah.
Memperkuat kelembagaan dengan menetapkan prinsip-prinsip tata kepemerintahan yang baik (good governance) dan berwawasan gender terutama untuk: memperluas basis dan kesempatan berusaha serta menumbuhkan wirausaha baru keunggulan untuk mendorong pertumbuhan, peningkatan ekspor dan penciptaan lapangan kerja terutama dengan: mengembangkan UMKM untuk makin berperan sebagai penyedia barang dan jasa pada pasar domestik yang semakin berdya saing dengan dengan produk impor, khususnya untuk memenuhi kebutuhan masayrakat banyak.
Langganan:
Postingan (Atom)
